• +62822-7780-0022
  • sman1lhokseumawe1957@gmail.com
  • Jl.Darussalam Kp.Jawa Lama, Kota Lhokseumawe - Aceh
Uncategorized
Suara di Balik Lensa Modernitas: Barda Shafia Taklukkan Podium Jurnalistik FLS3N Lhokseumawe

Suara di Balik Lensa Modernitas: Barda Shafia Taklukkan Podium Jurnalistik FLS3N Lhokseumawe

 

LHOKSEUMAWE – Kabar kemenangan besar berembus melalui pengumuman daring Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kota Lhokseumawe pada Kamis 30 April pukul 18.00 WIB. Barda Shafia, siswa kelas XI.10, secara resmi dinobatkan sebagai Juara 1 bidang Jurnalistik. Pencapaian ini menjadi catatan prestasi yang emosional bagi Barda, yang sukses naik ke posisi puncak setelah pada gelaran tahun lalu harus puas berada di peringkat kedua.

Bagi Barda, melihat namanya di urutan pertama merupakan momen yang meluluhkan seluruh kelelahan selama masa persiapan. Ia menyebut keberhasilan ini sebagai muara dari riset mendalam dan pengolahan narasi yang menguras energi.

“Rasanya luar biasa, ada rasa tidak percaya, syukur yang mendalam, sekaligus lega. Semua kerja keras, begadang buat riset, dan revisi berkali-kali rasanya terbayar lunas dalam satu detik pengumuman itu,” ungkap Barda sesaat setelah hasil dirilis secara daring.

Ia menegaskan bahwa prestasi ini bukanlah hasil instan. Kedisiplinan menjadi fondasi utamanya; ia menghabiskan banyak waktu untuk membedah anatomi karya pemenang tahun-tahun sebelumnya serta memperdalam teknik wawancara dan penulisan berita demi menghasilkan karya yang berbobot.

Keberhasilan ini pun disebutnya sebagai hasil dukungan kolektif dari orang tua, teman-teman, dan guru. Secara khusus, Barda menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bapak Mukhlis, S.Pd., M.Pd., selaku guru pembimbing yang telah menempa kualitas tulisannya.

“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Mukhlis, S.Pd., M.Pd. Beliau tiada henti memberikan kritik membangun demi menajamkan sudut pandang tulisan saya. Bimbingan beliau sangat krusial dalam membentuk kedalaman karya saya kali ini,” tutur Barda.

Karya yang mengantarkan Barda meraih podium juara berfokus pada isu sosial di lingkungan modern para remaja yang selama ini luput dari sorotan media arus utama. Ia mengangkat narasi tentang kesabaran dan keberanian individu dalam menghadapi tantangan hidup sebagai tema sentral.

Melalui tulisan tersebut, Barda membawa misi jurnalisme yang kuat: menyampaikan pesan bahwa setiap orang memiliki cerita yang berharga. “Tugas seorang jurnalis adalah menjadi penyambung lidah bagi mereka yang suaranya sering terabaikan,” jelasnya mengenai visi di balik karyanya.

Perjalanan pengerjaan karya ini diakui penuh tantangan, terutama dalam menjaga objektivitas di tengah tekanan waktu yang ketat. Barda harus membagi fokus antara kewajiban sekolah dan kompetisi lainnya secara bersamaan.

Ia mengakui sempat menghadapi momen kebuntuan saat menyusun kalimat pembuka, namun ia berhasil mengatasinya dengan tetap tenang dan berpegang pada kerangka tulisan yang telah disusun. “Saya belajar bahwa kunci menghadapi tekanan adalah persiapan mental yang matang dan kemampuan untuk tetap berpikir jernih di bawah tenggat waktu,” tegasnya.

Pasca kemenangan di tingkat kota, langkah Barda kini berlanjut ke tingkat provinsi. Ia berkomitmen untuk terus meningkatkan standar kualitas karyanya agar lebih mendalam dan berdampak bagi masyarakat luas. “Target utama saya tentu saja memberikan performa terbaik demi mengharumkan nama sekolah dan daerah. Saya akan terus mengasah kepekaan jurnalistik saya agar bisa melaju hingga ke tingkat nasional,” pungkas Barda penuh optimisme.

 

 

Oleh:Jihan Suada Anggota Jurnalistik SMAN 1 Lhokseumawe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *