• +62822-7780-0022
  • sman1lhokseumawe1957@gmail.com
  • Jl.Darussalam Kp.Jawa Lama, Kota Lhokseumawe - Aceh
Uncategorized
Suara Emas dari Lhokseumawe: Alya Zhafira SMAN 1 Berhasil Puncaki Podium FLS3N.

Suara Emas dari Lhokseumawe: Alya Zhafira SMAN 1 Berhasil Puncaki Podium FLS3N.

 

(Lhokseumawe, 05 Mei 2026) Alya Zhafira, siswi SMAN 1 Lhokseumawe, berhasil mengukir prestasi gemilang sebagai Juara 1 lomba Solo Putri dalam ajang FLS3N tingkat kabupaten/kota. Kemenangan ini menjadi sorotan karena diraih di tengah jadwal persiapan yang sangat mepet. Meski pengumuman lomba terkesan mendadak, semangat Alya untuk membawa pulang piala tetap menjadi prioritas utama.

Dalam sesi wawancara, Alya mengungkapkan bahwa waktu latihan efektif yang dimiliki hanya sekitar satu minggu. Durasi yang singkat tersebut ia manfaatkan semaksimal mungkin agar teknik vokal dan penghayatan lagu tetap terjaga dengan baik. “Di waktu yang singkat itu aku press sebisa mungkin, dan alhamdulillah mendapatkan hasil terbaik,” ujar Alya mengenang masa persiapannya.

Tantangan tidak berhenti pada waktu, tetapi juga kondisi fisik Alya yang sempat menurun drastis akibat cuaca buruk sebelum lomba. Ia mengaku sempat mengalami batuk dan bersin yang membuatnya sangat panik karena vokal adalah senjata utamanya. Bertekad untuk sembuh total, ia melakukan perawatan mandiri secara intensif mulai dari minum vitamin, ramuan herbal, hingga rutin berjemur.

Setelah sukses di tingkat kabupaten, fokus Alya kini beralih ke persaingan tingkat provinsi yang diprediksi jauh lebih sengit. Persiapan yang lebih matang kini tengah ia susun, terutama pada penguatan teknik vokal dan penguasaan panggung yang lebih berkarakter. Hal ini dilakukan agar mental dan kualitas suaranya tetap stabil saat berhadapan dengan perwakilan terbaik dari daerah lain.

Sebagai penutup, Alya memberikan pesan motivasi yang kuat bagi rekan-rekan sesama siswa agar terus mengasah potensi diri di bidang apa pun. Ia menekankan bahwa keterampilan adalah kunci untuk mendapatkan pengakuan dan harga diri di mata publik. “Kamu tidak akan terlihat jika kamu tidak punya keterampilan. Tunjukkan bahwa kita layak dihargai dengan keterampilan yang kita punya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *